NEWS

Modest Young Designer Competition 2017: Menetaskan Talenta Baru di Industri Busana Muslim Indonesia

img

Press Release

Jakarta, 13 Maret 2017 ----- Perkembangan industri busana muslim di tanah air turut ditentukan oleh peran desainer muda sebagai generasi penerus. Muslim Fashion Festival (MUFFEST) Indonesia yang berkolaborasi dengan ZOYA, brand busana muslim di bawah naungan Shafira Corporation (Shafco) menghadirkan ajang kompetisi Modest Young Designer Competition (MYDC) untuk menjaring talenta baru yang kreatif dan inovatif sekaligus memiliki kemampuan sebagai entrepreneur dalam ranah busana muslim.

Modest Young Designer Competition (MYDC) 2017 bertujuan menarik minat desainer muda untuk mewarnai sektor busana muslim dengan kreativitas baru dan keragaman desain sehingga dapat sejajar dengan jenis busana umumnya. Diharapkan pula kompetisi ini dapat memotivasi generasi muda untuk meningkatkan kompetensi pakaian muslim Indonesia agar tak kalah saing dengan produk buatan negara lain, mengingat target Indonesia sebagai pusat fashion muslim dunia yang dicanangkan oleh pemerintah.

Untuk mengikuti kompetisi yang ditujukan bagi warga Indonesia berusia 17-35 tahun dan telah siap mengikuti trade shows ini, peserta wajib mengirimkan enam sketsa desain modest ready to wear dengan tema “The Z-Digitarian” yang menerapkan inovasi desain, mengeksplorasi kekayaan konten lokal, dan mengaplikasi tren warna, motif, serta material tekstil. Sketsa dilengkapi keterangan mengenai judul, tema, skema warna, termasuk penjelasan tentang konsep rancangan dan target konsumen.

Proses seleksi kompetisi ini dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari Ali Charisma (National Chairman Indonesian Fashion Chamber selaku Ketua Juri), Feny Mustafa (Shafco), Taruna K. Kusmayadi (Fashion Designer/Entrepreneur), Sofie (Fashion Designer/ Entrepreneur), Hannie Hananto (Fashion Designer/Entrepreneur), Restu Anggraini (Fashion Designer/Entrepreneur), dan Ratna Irina (Editor in Chief Fimela.com). Kriteria penilaian berdasarkan kreativitas, orisinalitas, kesesuaian dengan tema, daya pakai, kerapihan, ketepatan pemilihan bahan, daya jual, dan kesiapan dari segi bisnis.

“Berdasarkan sketsa dan konsep yang dikirimkan, karya peserta kompetisi ini sangat bagus dan beragam. Para peserta pun mewakili mulai dari siswi SMK sampai desainer profesional yang ingin mengembangkan pengalaman dalam busana muslim. Untuk menjuarai Modest Young Designer Competition 2017 tampaknya seluruh peserta harus bersaing ketat. Diharapkan kompetisi ini dapat mencetak desainer baru, generasi baru, tentunya dengan tawaran desain baru yang berkarakter urban sehingga industri busana muslim Indonesia lebih dinamis,” ujar Ali Charisma.

Dari seluruh peserta yang mengikuti kompetisi Modest Young Designer Competition (MYDC) 2017 akan diseleksi menjadi 15 finalis. Tahap selanjutnya, 15 finalis yang terpilih disyaratkan untuk merealisasikan tiga dari enam sketsa rancangannya dalam bentuk busana siap pakai. Mereka juga berkesempatan mendapatkan coaching dari desainer senior. Kemudian, berdasarkan hasil rancangan para finalis yang akan dipresentasikan melalui peragaan busana pada perhelatan Muslim Fashion Festival (MUFFEST) Indonesia 2017, dewan juri akan menentukan para pemenangnya.

Selain hadiah berupa uang tunai, pemenang Modest Young Designer Competition (MYDC) 2017 akan mendapatkan kontrak kerja sebagai desainer brand ZOYA senilai 200 juta rupiah berdasarkan nilai penjualan produk yang didesain dalam kurun waktu satu tahun. Serta memperoleh kesempatan mengikuti pameran dagang skala internasional berbasis B2B (business to business) yakni Hong Kong Fashion Week sehingga terbuka kesempatan untuk menjaring buyer dari manca negara. Melalui Modest Young Designer Competition (MYDC), para pemenang tak hanya dapat mengukir prestasi yang membanggakan, namun juga membuka jalan untuk menjadi bagian dari laju industri busana muslim Indonesia.