NEWS

Menuju Muslim Fashion Festival (MUFFEST) Indonesia 2017: Gerakan Kolektif untuk Menjadi Pusat Fashi

img

PRESS RELEASE.

Pemerintah optimis mencanangkan Indonesia sebagai pusat fashion muslim di tingkat Asia pada tahun 2018 dan tingkat dunia di tahun 2020. Sejak target tersebut dicetuskan pada tahun 2010, perkembangan industri fashion muslim di tanah air terbilang cukup pesat. Menurut data Kementerian Perdagangan, pada periode 2011-2015 nilai ekspor produk busana muslim menunjukkan kenaikan sebesar 8,15 persen. Pada tahun 2015 volume ekspor busana muslim mencapai 4,57 miliar USD. Per Mei 2016, tercatat telah mencapai 1,7 miliar USD dengan tujuan negara ekspor, antara lain Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Korea Selatan, Inggris, Australia, Kanada, Uni Emirat Arab, Belgia, dan China.

            Fenomena ini tak hanya terjadi di tanah air. Modest wear pun tengah menjadi sorotan global. Pelaku fashion dunia melihat peluang bisnis yang menjanjikan dari sektor busana muslim. Terbukti dengan sejumlah brand global, mulai dari kategori high-end hingga high-street fashion semakin marak merambah modest wear.

Dengan penduduk mayoritas beragama Islam, Indonesia menjadi pangsa pasar busana muslim yang besar. Menurut data Thomson Reuters dalam State of The Global Islamic Economy 2015/2016, Indonesia menjadi pasar konsumsi pakaian muslim terbesar ke-5 di dunia (senilai 12,69 miliar USD), setelah Turki, Uni Emirat Arab, Nigeria, dan Saudi Arabia. Sedangkan eksportir terbesar pakaian muslim adalah Cina, India, dan Turki. Fakta tersebut tentu menggiurkan bagi produsen busana muslim di manca negara untuk menjadikan Indonesia sebagai pasar sasaran produknya.

Memiliki tiga kekuatan utama, yaitu kaya akan sumber daya alam, budaya, dan kreatif, Indonesia memiliki potensi untuk memberdayakan produk busana muslim sebagai komoditas yang potensial untuk menguasai pasar lokal dan merambah pasar internasional.

 

Muslim Fashion Festival (MUFFEST) Indonesia 2017

Menjadi kiblat fashion muslim dunia, berarti menjadi pusat inspirasi atau tren, pusat standarisasi kualitas, pusat produksi, dan pusat belanja sehingga dapat menggerakkan perekonomian nasional yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Namun, untuk mewujudkan cita-cita mulia tersebut tentu bukan hal yang mudah. Dibutuhkan kesiapan sektor industri fashion dari hulu hingga hilir, termasuk supply chain (rantai pasokan), mulai dari pra-produksi, produksi, pemasaran, hingga distribusi. Sehingga mutlak dibutuhkan peran serta dari seluruh pihak, mulai dari desainer dan pemilik label, produsen tekstil, perusahaan garmen, pusat perbelanjaan (mall), institusi pemerintah dan swasta, bahkan media massa untuk saling terintegrasi.

Mengacu pada hal tersebut, Indonesian Fashion Chamber (IFC) bersama Dyandra Promosindo sebagai organizer serta turut menggandeng community partner yaitu HijabersMom Community dan Hijabers Community, menyelenggarakan Muslim Fashion Festival (MUFFEST) Indonesia sebagai ruang untuk mensinergikan para stakeholder dalam upaya mewujudkan target menjadi barometer fashion muslim global.

“Melalui Muslim Fashion Festival Indonesia diharapkan semua pihak dapat saling terintegrasi untuk menjalin komunikasi dan koordinasi yang sinergis dalam menciptakan kerjasama yang efektif dan berkelanjutan, diantaranya menyiapkan pelaku industri, memperkuat strategi yang terarah, dan menggelar event fashion muslim taraf internasional,” papar Ali Charisma, National Chairman Indonesian Fashion Chamber (IFC).

Melanjuti perhelatan yang digelar pertama kalinya pada tahun 2016 ini, Muslim Fashion Festival (MUFFEST) Indonesia kembali diselenggarakan pada tanggal 6-9 April 2017 di Assembly Hall, Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta.

“Muslim Fashion Festival Indonesia 2017 kembali mengarahkan pada meningkatkan kompetensi produk fashion muslim Indonesia agar dapat bersaing di pasar global. Sekaligus memasarkan keunggulan busana muslim Indonesia yang diarahkan pada ready to wear craft fashion dengan mengoptimalkan kekayaan budaya lokal yang mengacu pada Indonesia Trend Forecasting,” ujar Deden Siswanto, Project Director Muslim Fashion Festival Indonesia 2017.

“Dalam ajang Muslim Fashion Festival (MUFFEST) Indonesia 2017 akan digelar rangkaian fashion show yang menampilkan keragaman karya desainer dan label busana muslim di Indonesia sesuai tren fashion muslim 2017/2018. Tak ketinggalan, exhibition (pameran dagang) yang menampilkan lebih dari 250 label fashion muslim yang memperkuat konsep ritel atau B2C (Business to Customer) sekaligus mengarah pada B2B (Business to Business) dengan mendatangkan buyer lokal dan internasional. Serta ditunjang dengan kegiatan talkshow dan workshop, antara lain Seminar Indonesia Trend Forecasting 2017/2018 dengan tema Grey Zone,” tutur Addy Damarwulan, Direktur PT. Dyandra Promosindo. 

Muslim Fashion Festival (MUFFEST) Indonesia 2017 dapat terselenggara atas dukungan penuh para stakeholder, mulai dari pihak pemerintah, yaitu Kementerian Perindustrian, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pariwisata, dan Badan Ekonomi Kreatif. Serta pihak sponsor yang konsisten memberikan kontribusi terhadap perkembangan fashion muslim Indonesia, yaitu Wardah Inspiring Beauty, brand kosmetika halal sebagai Official Make up yang akan menurunkan tim make up terbaiknya untuk berkolaborasi dengan para desainer dalam membuat konsep make up sesuai tema rancangan dengan mendandani lebih dari 200 model yang tampil dalam ajang ini; Brand Zoya di bawah naungan Shafira Corporation (Shafco) yang mendukung kompetisi skala internasional Modest Young Design Competition dengan para pemenang yang berkesempatan mengikuti pamerang dagang Hong Kong Fashion Week dan kontrak kerja sebagai desainer brand Zoya; Elhijab melalui brand Elzatta dan Dauky yang akan menampilkan koleksi khusus Lebaran yang berkolaborasi dengan Indonesian Fashion Chamber (IFC).

Muslim Fashion Festival (MUFFEST) Indonesia diharapkan menjadi langkah kecil yang konkret dan terus berkelanjutan dalam menetaskan pelaku industri fashion muslim di tanah air yang memiliki kreativitas tinggi dan pondasi bisnis yang solid, sehingga dapat diterima di pasar lokal secara luas dan ekspansi ke pasar global yang akhirnya dapat mengantarkan Indonesia menjadi pusat fashion muslim dunia.

Ibah    : 0813 1668 1749

Anjani : 0818 0603 3237